Gendam Ajian Qulhu Sungsang
Uncategorized

Gendam Ajian Qulhu Sungsang

Gendam Ajian Qulhu Sungsang

Gendam Ajian Qulhu Sungsang adalah ilmu gaib untuk menepis semua gangguan gaib seperti santet, teluh, dan guna-guna dari makhluk gaib atau jin atas perintah dari manusia

Riwayat Ajian Qulhu Sungsang

Alkisah riwayat ilmu Qulhu Sungsang ini lahir ketika zaman Walisongo. Saat itu pengaruh hal-hal yang bersifat gaib sangat kental dikehidupan masyarakat Jawa. Tepatnya didaerah Jawa Timur, makhluk halus sangat di agungkan, hingga seolah-olah manusia dibawah kendali para jin. Akhirnya terjadilah berbagai macam bentuk pemujaan yang dilakukan masyarakat kepada makhluk halus, karena begitu takutnya.

Satu tokoh dari Wali Songo, beliau adalah Sunan Ampel. Lalu ada juga yang mengkisahkan beliau adalah Sunan Bonang (putra Sunan Ampel), bermaksud menghentikan semua ulah para makhluk halus tersebut.

Singkat cerita terjadilah peperangan antara Sunan dengan Panglima Jin yang menguasai tanah Jawa. Ilmu yang digunakan oleh Sunan adalah berlandaskan ilmu Tauhid (mengesakan Tuhan-Surat Al Ikhlas). Kemudian dibuatlah semacam perjanjian yang intinya adalah bila ada anak turun Sunan yang membaca potongan Qulhu (kemudian dikenal sebagai Ajian Qulhu) maka para Jin di tanah Jawa harus segera menghentikan seluruh aktivitasnya mengganggu manusia tersebut.

Maka sejak saat itulah ilmu Qulhu Sungsang dikenal sebagai ilmu yg efektif untuk mengusir Jin, khususnya di tanah Jawa ini.

Gendam Ajian Qulhu Sungsang
Mbah Mijan – Gendam Ajian Qulhu Sungsang

Mbah Mijan memberi makna Qulhu Sungsang

Qulhu SungsangĀ merupakan bacaan niat sebagai penekanan Sugesti diri sebelum mengamalkan Ajian Qulhu Sungsang ini. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa keilmuan ini harus dilandasi oleh keimanan dan kekuatan alam bawah sadar yang kuat.

Mengesakan Sang Khalik adalah landasan ilmu ini dimana seseorang yang ingin mempelajarinya harus memiliki keimanan dan ketaqwaan yang taat. Mbah Mijan menelisik lebih dalam pada kehebatan para Walisongo pada zaman dahulu, mereka tak hanya piawai dalam berdakwah. Lebih dari itu mereka menguasai dan menciptakan keilmuan yang dapat menjerumuskan kehidupan manusia.

Pelatihan ilmu gendam Mbah Mijan

Dengan segala pengalaman dan dedikasi, Mbah Mijan meramu sebuah keilmuan gendam untuk menguatkan landasan sebuah ilmu Tauhid. Gendam tingkat tinggi ini hanya mampu dikuasai oleh seseorang yang secara lahir dan batin taat atas semua perintah-Nya.

Melalui keilmuan gendam sebagai pembekalan awal ini, Mbah Mijan berharap keilmuan ini tetap terjaga sebagai peninggalan warisan para Walisongo yang harus dijaga dan dilestarikan oleh kita sebagai generasi Nusantara.

Gendam Ajian Qulhu Sungsang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *