Praktisi Gendam Kota Solo
Uncategorized

Praktisi Gendam Kota Solo

Praktisi Gendam Kota Solo

Kepiawaian dan keahlian dalam dunia gendam menjadikannya seorang praktisi muda yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu gendam di Indonesia

Perjalanan seorang anak desa

Awalnya memang hanya seorang anak desa biasa yang tumbuh bersama teman-teman sebayanya. Namun saat remaja, mulai timbul ketertarikan pada dunia keilmuan gendam. Beberapa kota dikunjunginya semata-mata untuk belajar dan mendalami gendam. Meninggalkan kampung halaman untuk belajar, hingga akhirnya kembali dan memilih Kota Solo sebagai basisnya dalam rangka mengembangkan keilmuan gendam ini.

Gelar Praktisi Gendam Kota Solo yang didapatkannya adalah karena totalitas dan dedikasinya dalam menerapkan keilmuan ini untuk berbagai hal positif. Sebut saja untuk dunia pengobatan, membantu pemulihan psikis para korban bencana alam dan lain sebagainya.

Praktisi Gendam Kota Solo
Gendam Mbah Mijan – Praktisi Gendam Kota Solo

Kota Solo atau Kota Surakarta

Adalah wilayah otonom dengan status kota di bawah Provinsi Jawa TengahIndonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.[2] Kota ini juga merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung dan Malang menurut jumlah penduduk. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncongBengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kesultanan Mataram yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755.

Surakarta juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang biasa didatangi oleh wisatawan dari kota-kota besar. Biasanya wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta juga akan singgah di Surakarta, atau sebaliknya. Tujuan wisata utama kota Surakarta adalah Keraton SurakartaPura Mangkunegaran, dan kampung-kampung batik serta pasar-pasar tradisionalnya. Wisata sejarah bekas pabrik gula bernama De Tjolomadue, Colomadu, Karanganyar

Di Surakarta terdapat beberapa citywalk yang ditujukan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, antara lain di koridor Ngarsopuro, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi (sepanjang 6–7 km dan selebar 3 m), dan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Tempat-tempat yang ditunjuk sebagai citywalk tidak boleh dilalui oleh kendaraan bermotor.

Kuliner Kota Solo

Solo atau Surakarta dan sekitarnya terkenal dengan banyaknya jajanan kuliner tradisional. Di antara lain : Sate KambingNasi LiwetTimlo SoloNasi Gudeg, Gudeg Ceker, pecel nDeso, Cabuk Rambak, Bestik Solo, selat SoloMie AyamBaksoSrabi SoloIntiptengkleng, Roti Mandarin, Sosis SoloKambing GulingSate Buntel, Sate Kere, Sop Manten, Bakmi Ketoprak, dll.[38]

Beberapa minuman khas Surakarta antara lain: wedang asle yaitu minuman hangat dengan nasi ketan, wedang dawet gempol pleret (gempol terbuat dari sejenis tepung beras, sedangkan pleret terbuat dari ketan dan gula merah), jamu beras kencur, yaitu jamu kesehatan yang berbeda dari jamu yang lain karena rasanya yang manis, dll.[39] Sementara itu, koridor Gladag setiap malam diubah menjadi pusat jajanan terbesar di Kota Surakarta dengan nama Galabo (Gladang Langen Bogan)

 

 

Praktisi Gendam Kota Solo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *